Jumat, 05 Desember 2014

UTS Mata Kuliah Kepanduan STKIP Subang

Pada hari Jum'at, Tanggal 05 Desember 2014 telah dilaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) bagi Mahasiswa PGSD Semester 3 yang dilakukan dengan bentuk metode penjelajahan. Ujian dibagi ke dalam beberapa pos, yakni Pos Ilmu Medan, Pertolongan Pertama (PP), Berkemah, dan Tali Temali. 

Melapor Sebelum Mengerjakan Soal


Peserta sedang melakukan yel-yel
Sebelum dilakukan dilakukan pengerjaan soal, para mahasiswa terlebih dahulu melakukan yel-yel. Hal ini dilakukan agar pengerjaan soal dilakukan dengan pikiran gembira, dan juga sebagaimana pramuka itu selalu ceria dalam setiap keadaan. Setelah Peserta melakukan Yel-yel, lalu dilanjutkan dengan pengisian soal UTS.





Sedangkan bagi pos P3K Ujian Dilakukan dengan praktek, yaitu melakukan pembalutan. 

Korban Bencana Pembalutan :p

Mata Kuliah Kepanduan sendiri diangkat menjadi Mata Kuliah (matkul) wajib setelah disahkannya UU No 12 Tahun 2010 mengenai ekstrakulikuler wajib bagi pelajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah yang kemudian diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 81A Tahun 2013. Imbasnya para calon tenaga pendidik mesti dibekali ilmu atau segala hal yang berkaitan dengan Kepramukaan pada bangku kuliah agar pada saat terjun ke dunia pendidikan sudah memiliki bekal bagi peserta didik kelak.

Setelah mahasiswa melakukan pengerjaan soal di tiap pos selama 15 menit, lalu mahasiswa melakukan rolling ke pos pos lain. namun sebelum itu, mahasiswa PGSD ini melakukan foto bersama instruktur yang ganteng syekali.. hehehe

Foto bareng :p

Kemudian setelah dilakukan perjalanan ke tiap-tiap pos, mahasiswa kembali ke kampus sambil istirahat dan makan. Kegiatan ini baru dilakukan di Kampus STKIP Subang. Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran kampus yang bekerja sama dan terus melakukan inovasi. 

Kegiatan telah dilaksanakan, dan para mahasiswa kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa. Tak sedikit dari mereka yang langsung pulang ke rumah masing-masing. Tapi para instruktur tak ingin melewatkan kebersamaan ini dengan begitu saja. Akhirnya bersama para pembina dan instruktur lain, melakukan makan siang bersama. Itulah cara kita menghangatkan kebersamaan, menguatkan tekad, untuk berjuang kembali ber-Pramuka. (pf)

Makan bersama pembina

itu siapa woy yang eksis :p